Breaking News
Pengajian AL-HIDAYAH Dan Pemeritah Desa Harapan Jaya Salurkan Santunan Kepada 13 Anak Yatim Dan Piatu, Gagas Pembentukan WKSBM | Kontingen Rohul Tampil Kompak di Pawai Taaruf MTQ Riau, Bupati Anton Jalan Bersama Peserta | Jalur Domisili Mendominasi Pendaftar SPMB Tingkat SMPN Di Kota Pekanbaru | Hari Jadi Kota Pekanbaru, Ada Tarif Khusus Bus TMP, Hanya Rp 242 | Wali Kota Pekanbaru Dorong Tim Response TRC 112 Ditargetkan di Bawah Tujuh Menit | Lautan Manusia Padati Pembukaan MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Syiar Islam dan Budaya Melayu Menyatu di Teluk Kuantan |

1.656 Pasangan Isbat Nikah Massal Di Kabupaten Muara Enim 
Kamis 11 Desember 2025, 21:29 WIB

SiagaOnline.com, Muara Enim - Sebanyak 1.656 pasangan di Kabupaten Muara Enim resmi memperoleh legalitas pernikahan melalui program Isbat Nikah Massal yang digelar dalam rangka Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (MEMBARA). Program yang telah berjalan beberapa bulan ini ditutup secara resmi oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum. di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Kamis (11/12/2025)

Acara penutupan turut dihadiri Wakil Bupati, Ir.Hj. Sumarni., M.Si., Ketua TP. PKK Kab. Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd.,  berlangsung meriah karena dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Kabupaten Muara Enim. Kemeriahan acara semakin bertambah dengan digelarnya peragaan busana batik petule, karya budaya khas Muara Enim yang tampil elegan dan penuh warna. 

Ajang ini memperebutkan Piala Heni Pratiwi Edison, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang memperkuat identitas daerah. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan dengan berakhirnya program isbat nikah massal MEMBARA, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin sejahtera, harmonis, dan memiliki kepastian hukum dalam kehidupan berkeluarga. 

Bupati mengapresiasi kepada Pengadilan Agama, Kementerian Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan seluruh panitia Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim, atas dedikasi dan kerja sama yang telah menyukseskan jalannya program tersebut.

Sementara mengenai peringatan hari ibu yang dimeriahkan peragaan busana, Bupati menekankan batik petule, yang terinspirasi dari sayur oyong khas Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, akan terus didorong menjadi ikon fashion Muara Enim. Menurutnya, Batik petule bukan sekadar busana, tetapi simbol budaya yang lahir dari kearifan lokal.

Lebih lanjut, Bupati Edison menegaskan makna Hari Ibu sebagai momentum refleksi dan penghargaan atas peran perempuan. Dirinya menyebut Hari Ibu bukan hanya perayaan, tetapi pengingat bahwa kasih sayang, pengorbanan, dan keteguhan seorang ibu adalah fondasi utama dalam membangun bangsa.(Genta)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top